Malang - Puluhan suporter Aremania menggelar orasi, Kamis (6/10/2011) siang di halaman Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Sambil membentangkan spanduk berwarna biru, aksi aremania itu hendak menemui sejumlah perwakilan Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) yang rencanannya, akan meninjau kelayakan Stadion Kanjuruhan sebagai home base Tim berjuluk The Lobster, Deltras Sidoarjo.
Sekedar diketahui, Stadion Kanjuruhan ternyata sudah diajukan sebagai home base Deltras pada kompetisi ISL Tahun ini. Hal itu terjadi setelah Tim Arema kubu HM Nur, memilih Stadion Gajayana, Kota Malang sebagai tempat baru Singo Edan.
"Kami berharap AFC bisa melihat realiatas dilapangan. Bahwa, kondisi tim arema saat ini banyak persoalan," ungkap Ponidi alias Tembel, salah satu perwakilan Aremania yang menggelar orasi, Kamis (6/10/2011) siang ini.
Menurut dia, AFC harus membuka mata. Arema yang bagaimana yang menjadi dambaan rakyat Malang. Dikabulkannya Tim Arema pimpinan HM Nur karena PSSI tidak mengerti persoalan. "PSSI tidak pernah turun ke lapangan. Tim Arema mana yang mendapatkan dukungan penuh rakyat Malang," ucapnya.
Dijelaskan Tembel, ada banyak aturan dari AFC yang justru dilanggar oleh PSSI sendiri. Sudah jelas Kanjuruhan layak dijadikan home base Arema dan bisa untuk pertandingan tingkat Asia.
"Kita mendukung langkah AFC untuk melakukan verifikasi di kanjuruhan. Termasuk, kita akan paparkan pada perwakilan AFC tentang kondisi arema yang sesungguhnya. Sehingga AFC bisa bersikap adil dalam permasalahan ini," kata Tembel yang melihat jika putusan PSSI memenangkan Arema HM Nur, tak lebih dari hubungan kedekatan person to person semata.
Sementara itu, dari pantauan beritajatim.com di Stadion Kanjuruhan pukul 12.30 wib, perwakilan AFC belum menampakkan batang hidungnya. Sambil berorasi, aremania pendukung kubu Rendra ini juga membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap Arema kubu HM Nur.
Beberapa tulisan yang terpampang dalam spanduk itu antara lain menghujat nama-nama pengurus Arema dari kubu HM Nur. Termasuk, hujatan juga ditujukan pada pendiri arema sam ikul dan istrinya. Tulisan lain berwarna merah berdasar kain putih, tegas mengatakan jika Aremania menolak HM Nur. / beritajatim.com